21
Des
09

Djarum Black Said, Tahun Yang Luar Biasa Bagi Perkembangan Modifikasi Motor

Usai sudah rangkaian kunjungan 10 kota Djarum Black Motodify (DBM) 2009. Diawali dari Malang, event ini lantas berlanjut ke kota Cirebon, Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Medan, Pontianak, Samarinda, Bojonegoro dan yang terakhir Solo. Dari setiap kunjungannya, event ini mampu menjadi wadah bagi para modifikator untuk unjuk gigi memamerkan motor terbaiknya. Beberapa rekor juga sempat tercipta saat event ini menyambangi kota Denpasar bulan July lalu dengan raihan 608 peserta. Dan sebagai penutup dipilihlah Solo sebagai kota penutupan event modif berskala nasional ini.

Merangkum perjalanan DBM di tahun 2009, Maria Margaretha selaku PIC PT. Djarum untuk event ini punya pendapat sendiri. “Kalau dilihat, Djarum Black Motodify tahun 2009 ini mengalami banyak peningkatan jadi Djarum Black sangat puas dengan peserta dan modifikator yang ada karena kualitas motornya makin meningkat dan orang yang berminat untuk menggali kreatifitasnya itu juga semakin antusias. Jadi disamping pesertanya banyak, kualitasnya juga makin meningkat,” katanya tentang perkembangan DBM di tahun ini.

“Untuk pengunjungnya sendiri mereka sekarang mulai melihat dengan sepenuhnya karena selama inikan masih dipandang sebelah mata untuk modifikasi motor namun sekarang kita bisa lihat kalau modifikasi motor sudah cukup berkembang di Indonesia,” sambungnya lagi. “Kedepannya kita juga ingin kasih kesempatan untuk kota-kota baru artinnya kalau ada kota yang tidak sempat disinggahi bukan berarti kita (Djarum Black) meninggalkan karena sebenarnya kita ingin kasih kesempatan buat yang lain juga. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan agar mereka turut serta ambil bagian di kota baru tersebut hingga malahan bisa membuka mata mereka tentang bagaimana modifikasi di kota yang baru tersebut dan plannya pasti berbeda untuk tiap kota,” ujar wanita yang akrab disapa Retha ini.

Ditanya tentang rencana DBM ke depan, wanita cantik ini berujar, “Sukses yang bisa diambil tahun ini intinya sekarang kita tidak bisa pandang sebelah mata soal modifikasi motor karena mereka itu benar-benar menggunakan soul mereka untuk membuat konsep atau modifikasi motor dan untuk kedepannya kita tetap berusaha untuk mewadahi bisa mereka terus,” katanya seraya menutup percakapan.

Senada dengan Retha, Budi Ismoyo Marketing Service PT. Djarum Area Jateng juga menyambut positif event penutupan di Solo ini. “Acara ini merupakan final dari rangkaian kunjungan DBM 2009. Kita memilih Solo karena Solo merupakan kota yang cukup banyak komunitas modifikasi motornya di Jawa Tengah dan ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang mencapai 300 motor lebih termasuk jumlah penonton yang mencapai ribuan,” kata Budi menjelaskan. “Persiapan kita dalam menyambut Final Motodify di Solo ini kita sudah melakukan materi publikasi seperti bilboard, baliho, flyer maupun poster dan spanduk sudah sejak H-10,” ujarnya lagi.

“Kita juga bersyukur karena event kali ini banyak dihadiri juga oleh modifikator luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera. Untuk itulah kemasan acara kita buat semenarik mungkin dari mulai sexy dancer, DJ performance, maupun live band plus kehadiran dua bintang tamu yaitu Doni Tata dan Saint Loco,” imbuhnya lagi. “Harapan kami semoga para modifikator bisa menunjukkan sesuatu yang berbeda dan mereka yang datang akan lebih menampilkan gaya modif yang lain daripada yang lain,” ujarnya seraya mengakhiri percakapan. [mot/timABT]



0 Responses to “Djarum Black Said, Tahun Yang Luar Biasa Bagi Perkembangan Modifikasi Motor”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: