18
Des
09

Matic Fighter

Yamaha Mio Sporty 2008 (Purwokerto)
Matic Fighter
3559hal2_miojogja1.jpgTanpa konsep bisa jadi desain modifikasi bakal awut-awutan. Enggak tahu arah rancangannya mau ke mana. Lama-lama, kuda besi yang sudah dimodifikasi tanpa konsep kelihatan ramai. Semua aliran dijejali jadi satu di skubek. Kayak pasar deh kelihatannya.

Bekerja tanpa konsep ogah buat Siswo Winoto, builder dari Win’s Paddock, Purwokerto, Jawa Tengah. Seperti garapannya kali ini pada Yamaha Mio yang ikutan Yamaha Mofest Modification Contest 2, Region II, Jogja. “Aku coba untuk menggabungkan konsep low rider dan hotrod. Jadinya, matic fighter,” bilang Win, panggilan akrab Siswo Winoto.

Wah, matic fighter from Purwokerto yang juga memperkenalkan diri sebelumnya dengan konsep minor fighter. Pokoke yang ter-ter serius digarap3560hal2_miojogja2.jpg

Win’s Paddock. “Eksperimen awal di Mio ini. Pokoknya mau lepas dari aliran skubek kayak low rider dan hotrod,” jelas Win yang bermarkas di Jl. Sunan Ampel, No. 9, Purwokerto, Jawa Tengah.

Tentunya aliran yang diberi nama matic fighter oleh Win enggak jauh dari streetfighter. Bagi Win, kudu menonjolkan pemangkasan rangka. Ini diterapkan di matic fighter. Tinggal 30% frame yang disisakan dari Mio. Namun rumah komstir sampai down tube yang asli bawaan Mio.

Sebanyak 70% rangka baru pengganti dibikin ulang sangat ciamik. Meski rancang bangunnya sudah banyak beredar, frame tralis yang dimulai dari Ducati Monster ditransformasi ke skubek. Ide lama, tapi pengalihan dari sport ke skubek rangka tralis jauh lebih ciamik.

3562hal2_miojogja4.jpgSipnya, rangka tubular tralis hanya di bagian sub frame alias rangka pendukung. Kombinasi sub frame yang tralis dan down tube aslinya Mio jadi pas. Bahkan, skubek jadi kelihatan kekar. “Habis pipa sekitar 9 meter,” ujar Win.

Total 9 meter pipa untuk membuat rangka tralis di dua bagian. 4,5 meter yang ukuran 3,4 inci untuk rangka utama dan ukuran 1,5 inci sebagai penyangga pipa utama.

“Semua dibikin mesti saling menunjang. Bagian untuk menunjang sokbreker belakang juga kudu hati-hat. Kalau salah konstrukrsi, bisa bengkok pipa nahan beban dari sok,” beber Win yang bisa dikontak di 0815-4888-6755.

Finishing patut dikasih jempol. Detail dan komposisi kelir diracik apik. Tapi, ada saran nih, pasti akan lebih kompak dimensi motor kalau sumbu roda enggak dibikin melar.

Sumbu roda yang melar tetap bertentangan dengan matic fighter.
STREET FIGHTER KELIHATAN BESAR

3561hal2_miojogja3.jpg
Streetfighter jadi tema utama Win’s Paddock (WP) pada setiap garapan. Di Inggris aliran modifikasi ini usianya sudah lebih dari 30 tahun. Tujuan aliran streetfighter sih motor kelihatan ringkas alias simpel. Meski tampak simpel, tapi ada yang ditonjolkan. Kuda besi jelas-jelas kelihatan mesin bertenaga besar.

Beberapa ruh streetfighter hampir mendekati di Mio garapan WP. Rangka tubular tralis yang dicomot dari produk Ducati yang sekarang masih nempel di Ducati Street Fighter 2009. Pilihan tepat membuat tubular tralis sebagai pengganti subframe dan lengan ayun pun dibikin sama jadi tubular.

Begitu juga pilihan setang adventure. Tapi, setang terlalu baplang alias lebar padahal kemudi yang agak pas sih model Suzuki Thunder 125 atau Yamaha RX-King.

Tapi, ada yang kurang dari WP. Nggak menonjolkan kalau Mio punya mesin bertenaga besar.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 120/6012
Ban belakang : Deli Tire 130/60-12
Pelek depan : Sanex Hussar
Pelek belakang : Sanex Hussar
Cakram depan : Nissin
Cakram belakang : Nissin
Selang rem depan : TDR
Sokbreker depan : WP Fusion

Penulis/Foto : Niko/GT


0 Responses to “Matic Fighter”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: