01
Des
09

Sistem ABS Pada Motor

Umumnya Motor di Indonesia baru mengaplikasikan sistem rem cakram Konvensional. Dengan menekan/menginjak Tuas Rem, maka Fluida (minyak rem) akan mengalir memalalui kabel rem untuk kemudian menekan Piston pada kaliper sehingga ‘meghimpit’ piringan cakram. Seberapa besar deselerasi pengereman sangat bergantung pada besarnya Gaya yang dilakukan pada saat penekanan Tuas. Nah Pada Sistem ABS ada penambahan alat yang dinamakan Pressure Control Valve – PCV ( katup Pengendali Penekanan). Jadi Dari Tuas rem, Minyak rem akan mengalir melalui katub ini dulu baru sampai ke kaliper.

Nah sistem ABS sendiri terdiri dari Tiga bagian : Sensor kecepatan, Pengendali Katub Tekanan, dan Unit pengendali Elektronik (ECU). Bagian terpenting yang merupakan Otak dari sistem ini adalah sang ECU. ECU dengan parameter kecepatan yang diperolehnya dari Sensor kecepatan akan mengetahui bilamana akan terjadi sebuah kejadian Deselerasi yang Ekstrim (kecepatan turun secara ekstrim dan tiba-tiba) yang dapat menyebabkan Rem Cakram Nge-Lock . Sebelum hal ini terjadi (Nge-Lock) ECU secara Otomatis akan menutup katup tekanan pada PCV yang membuat Minyak rem yang menuju Kaliper akan terhambat dan Tekanan Piston Kaliper berkurang sehingga gejala Nge-Lock dapat dihindari. Setelah ECU mendeteksi kecepatan telah berkurang dan aman dari gejala Deselerasi ekstrim, perlahan-lahan katub kembali akan dibuka untuk dapat membuat tekanan kembali pada kaliper sehingga Motor dapat dihentikan. Canggih ya, Semoga berguna

http://ninja250r.wordpress.com/


0 Responses to “Sistem ABS Pada Motor”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: