10
Nov
09

Deteksi Belt CVT Palsu

belt-CVT_1Skubeker kayaknya perlu belajar dari pengalaman Iwan Ceper, penunggang Yamaha Nouvo-Z. Saking percaya info dari kawan soal kehebatan produk V-belt aftermarket, di langsung main pakai aja. Eh, di tengah perjalanan akselarasi skubek tidak normal dan terasa berat. “Begitu grip gas dipelintir, skubek mau jalan tapi putaran roda belakang berat dirasa. Padahal putaran mesin normal dan di rumah CVT tidak terdengar ada suara ganjil. Bikin bingung,” kenang warga Tanah Abang, Jakarta Pusat . Penasaran akan hal itu..., Iwan lantas bongkar rumah CVT skubek miliknya. Penyebab utama tarikan awal berat, akibat v-belt variasi yang baru dibeli hancur lebur (gbr.1). Tampak lapisan luar (atas) belt terjepit dan karetnya rontok. CVT Belt SkutikAda indikasi sabuk penghubung puli primer dan sekunder merupakan barang imitasi. Sengaja menggunakan nama besar salah satu merek v-belt variasi. Tapi bisa juga komponen itu sudah lewat batas aman pemakaian atawa expired, sehingga kualitasnya sudah menurun. Doran Satria mekanik C-Dov-DR.Tech di Jl. Kahfi I, Kp. Setu, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berpendapat. Katanya v-belt yang dibeli Iwan merupakan produk imitasi. Terutama saat membandingkan dengan bentuk part asli keluaran pabrik. Kualitasanya sangat jauh berbeda. “Yang asli, anyaman tali v-belt sudah terlihat dari lapisan paling atas dan lebih jelas lagi dari samping, yang merupakan bagian terkeras (gbr.2).

belt-CVT_2Sehingga belt aman meski ditekan puli berulang-ulang. Sementara belt yang dibeli Iwan tidak tampak ada anyaman tali,” jelas mekanik yang juga pembalap skubek itu. CVT Belt SkutikDipertegas Jesi Liga Siswanto alias Coki, bos JP Racing. Katanya sambungan antara karet atas, anyaman tali dan kain pelapis tidak homogen ketika porses peleburan saat dicetak (gbr.3). “Sehingga salah satu bagian terlepas akibat tidak tahan jepitan puli.

belt-CVT_3 Akibatnya karet bagian luar yang mestinya lebih kuat pun jadi terjepit dan menyebabkan akselarasinya berat. Seperti kasus di skubek Iwan,” imbuh Warga Bintaro, Jakarta Selatan itu. Lantas saran mereka, kalau mau beli belt lihat dulu ciri fisiknya. Atau kalau mau aman, beli produk asli atau variasi berkualitas.

http://mrcjakarta.blogspot.com/2009/01/deteksi-belt-cvt-palsu.html


0 Responses to “Deteksi Belt CVT Palsu”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: